Senin, 03 Februari 2014

Dari Iseng Jadi Surprice


Derasnya hujan membasahi bumi, membuat aku merindukan sosok seseorang. Ya, teman kesayangan aku sewaktu SMP dulu, teman main basket dan teman berbagi cerita . Azi namanya, namun saat ini kita berbeda kota. Aku di Jakarta sedangkan Azi di Bogor . Segera aku raih ponsel android milikku, langung ku cari bagian kontak dan mengetik nama Azi .
“Hey” Pesan singkat yang aku kirimkan untuknya
“Hey cantik J “ Jawabnya singkat
“Kaka apa kabar?” Tanya ku kemudian . memang sejak sedakat dulu aku manggil dia dengan sebutan kakak-adik
“Kaka baik, ade sendiri gimana sayang?” Jawabnya bertanya balik
“Aku baik. Kaka udah ujian kampus belum?” Tanyaku lagi
“Udah dong cantik, kamu gimana ade sayang?” Jawabnya kemudian bertanya
“Belum, kaka aku kangen deh, aku telefon yak” balasku
“Silahkaan” jawabnya singkat .
Lalu aku pun menelfonnya, sudah lama kita tak berbicara seperti ini, saat itu jam menunjukan pukul 20.00 Wib, kita pun saling bercerita tentang keasyikan aku ataupun dia dikampusnya. Yah seperti inilah kalau sudah ngobrol sama Azi, rasanya sampai lupa waktu, padahal kita teman sekelas tapi layaknya adik-kakak aja. Aku juga kenal sama ayahnya, ayahnya itu guru biologi aku sewaktu SMP dulu, selain ayahnya aku juga kenal sama kakaknya yang bernama kak Liya. Setiap kali bias berkomunikasi sama Azi, rasanya itu selalu senang, entah kenapa, hehe .. Oiya, nama aku Elsan, anak terakhir dari empat bersaudara, mangkannya Azi ini gak aneh sama nada bicara aku yang manja, tapi aku sebenarnya mandiri lho ..
“De kok belum tidur?” Tanyanya disebrang sana
“Lagi kangen kaka” Jawab aku dengan polosnya
“Haha lebay kamu gombalin kaka” Tawanya “Tapi iya sih kaka juga kangen, haha” Sambungnya kemudia
“Woo kaka dasarr” ucapku “Oiya, kaka udah punya pacar lagi belum?” Tanyaku kemudian
“Belum nih de” Jawabnya dengan nada sedih “Cariin mangkannya” sambungnya “Oiya kamu udah punya pacar belum selepas putus dari wahyu?” Sambungnya lagi seraya bertanya
“Haha mau yang kaya gimana?”Tanyaku menantang “Udah doong, tapi putus lagi masaa baru dua bulan kurang” sambungku menjawab pertanyaannya dengan sedikit memelas
“Haha kamu mah pacarannya putus mulu, cari pacar buat yang serius napa de” tawanya sambil memberiku saran
“Jeh ade mah putus juga tapi gak galau mulu sama kaka, haha” ucapku meledek balik
“Haha kan kaka mau cari pacar yang serius napa de males putus mulu” jelasnya “yaudah kaka pacaran sama ade aja deh, mau nggak?” sambungnya sambil bertanya
Deg deg deg !! Tiba-tiba pertanyaan itu terucapnya lagi, memang bukan yang pertama dia menanyakan hal itu, namun entah kenapa aku heran saja dengan pertanyaannya itu .
“Kaka apaan tau, haha” Jawab aku sambil tertawa kecil
“Yah kamu ketawa, dikira kaka bercanda kali” ucapnya memang tanpa tawa “yauda kaka Tanya deh, kamu sayang gak sama kaka? Kan kamu sendiri yang bilang kalo pacaran itu mesti dengan kejujuran” sambungnya mengucap ulang omongan aku di awal .
Setiap bahas cinta, aku takut, aku malu, aku malu karna memang sejak SMP dulu aku suka sama dia, dan Azi out sempat baca buku dairy aku, tapi karna selama pertemanan ini kita udah layaknya saudara sendiri, jadi aku mencoba menghilangkan rasa itu jauh-jauh, namun tetap ada.
“Hahaa udah ah lupain aja omongan aku mah kak, yang pasti de selalu ada kalo emang kaka ngebutuhin” ucapku mengalihkan pertanyaannya Azi
“Ciyee, yaudah kamu bobo gih, udah malem tau, besok kan mesti beraktivitas lagi” kata Azi memberi saran .
“Oke, aku bobo ya ka, kaka juga bobo jangan bergadang mulu” Ucapku menyetuji sarannya dan memberi saran juga “Bye, Miss you kak, Assalamua’laikum” sambungku
“Miss you too ade cantik, Wa’alaikumsalam” Jawabnya
Lalu telfonpun terputus dan aku pun tidur
*****
Akupun menjalani aktivitas aku seperti biasa, ke kampus untuk belajar dan ceria bareng teman-teman. Terutama teman dekat aku, Sari, Yayah, Wulan dan Susi. Entah kenapa hari ini serasa berbeda, pikiran aku tertuju sama Azi, aku rasa dia sedang tidak keadaan baik. Karna memang setelah beberapa hari komunikasi sama dia, tiba-tiba dia menghilang, dua hari kemarin aku telfon berkali-kalipun dia gak menjawabnya. Lalu akupun menyetujui untuk menghubungi saja, karna malas berbicara, aku ambil ponselku untuk mengirim message padanya .
“Kak, lagi apa?” message singkat penuh ke khawatiranku pun terkirim
“Lagi tiduran ade, kenapa?” Balasnya bertanya balik
“Loh kaka gak kuliah?” Tanyaku singkat
“Nggak de, lagi kurang enak badan, maaf kemarin telfon gak di angkat soalnya kaka kemarin di Rumah Sakit” Jawabnya menjelaskan
Melihat message dari nya, membuat aku lemas, cemas dan khawatir dengan keadaanya sekarang, entah apa yang mesti aku lakukan untuk mengetahui keadaan teman kesayangan aku saat ini, yang pasti rasanya aku ingin sekali langsung pergi kebogor, tapi gak mungkin aku meninggalkan mata kuliah hari ini. Lalu aku pun langsung menelfonnya
“Kaka, kaka kenapa gak bilang kalo kemarin kaka sakit?” Tanpa basa basi aku langsung menanyakannya
“Emang kenapa kalo bilang sama kamu? Kaka tau kamu orangnya khawatiran, nekatan, kaka Cuma gak mau tiba-tiba kamu dateng kesini, jauh de jarak Jakarta-bogor itu, belum lagi kamu mesti kuliah, jadi kamu tenang aja ya, kaka dirumah kok udah baikan” ucapnya menjelaskan dan berusaha menenangkanku
“Iya siih, tapi kaan ..” balasku terputus
“Tapikan apa? Udah kamu kuliah dulu, nanti telfon lagi. Okey?” sarannya sambil menunggu aku menyetujuinya
“Yauda iya deh” jawab aku menyetujuinya sedikit terpaksa “Kaka jangan lupa minum obat sama makan yah” sambungku kemudian memberi saran
“Iya ade sayang. Assalamu’alaikum” jawabnya mengakhiri percakapan
“Wa’alaikumsalam” Jawabku
Sebenarnya aku masih khawatir dengan keadaanya, tapi biarlah aku coba tenangkan diri. Seharian ini aku tetap komunikasi dengan melalui SMS, karna aku khawatir aja dengan keadaannya yang aku yakin tak kunjung membaik. Namun, hari berikutnya ia sama sekali tak ada kabar, tak mengangkat telfon dan tak membalas sms aku selama dua hari ini, kebetulan besok hari minggu, akupun memutuskan untuk pergi kebogor pagi-pagi sekaligus silaturahmi ke keluarganya Azi .
*****
Pukul 07.30Wib aku meluncur menuju Bogor, aku melajukan motor dengan kecepatan cepat, kebetulan hari itu juga suasana jalan tak terlalu ramai. Sebetulnya aku tak terlalu yakin Azi masih sakit, namun setidaknya aku ingin mengetahui keadaanya. Rasanya senang sekali sekita pukul 09.00wib aku sudah sampai di daerah rumahnya, terlihat gunung-gunung dan sesawahan yang menghijau, aku memperlambat perjalananku untuk menikmati suasana gunung dipagi itu. Dan tepat pukul 09.10Wib aku sampai didepan rumahnya.
“Assalamua’laikum” Ucapku pada seorang wanita yang sedang menjemur pakaian dipagi itu
“Wa’alaikumsalam” Jawabnya, ternyata itu adalah kak. Liya “eh kamu neng, loh kok ada disini? Sendiri? Dari mana?” Sambungnya sedikit heran melihat keadaanku, dan memberikan banyak pertanyaan singkat
“Hehee, iya kak. Kak Azinya ada? Jawabku singkat sambil bertanya balik “Aku dari rumah kak sendiri, mumpung lagi ada jam libur, jadi kesini deh, hehee” sambung aku menjawab pertanyaan yang belum sempat terjawab
“Oh gitu, Yaudah masuk dulu aja, Azinya ada kok di dalam” Jawabnya seraya mempersilahkan aku masuk
Lalu aku pun masuk, diruang tengah ada mamahnya yang sedang menyisir rambut adiknya .
“Assalamua’laikum” ucapku sambil berjalan menuju Ibu dan bersalaman
“Wa’alaikumsalam” Jawabnya “Mau kemana neng pagi-pagi udah disini?” Tanyanya kemudian
“Hehe ibu, nggak ko bu pengen main aja” Jawabku singkat “Azinya ada bu?” Tanyaku kemudian
“Ada neng, kekamar aja ada tuh dikamar sana” Jawabnya seraya mempersilahkanku dan menunjukan kamarnya “Kalo mau kesitu bawa air ya seember” sambungnya kemudian
“Hehe si Ibu” jawab aku sambil ketawa kecil
Ternyata Azi masih memejamkan matanya dengan nyenyak, langsung ku hampiri dan menarik bagian kakinya, rasanya senang, akhirnya rindu ini terobat, memang sudah lama juga aku tak jumpa dengannya
“Kaka bangun udah siang tauu” Seru aku seraya menarik kakinya
Ia hanya membalikan badan dan berniat meneruskan tidurnya
“Is si kaka mah tidur lagi orang de udah jauh-jauh jugaa, bangun kaka” ucapku kemudian memaksanya bangun.
Dengan cepat lalu ia membalikan badannya dan berusaha menoleh ke arahku
“Yaa ampuun” Ucapnya kaget “Kamu kesini de? Sama siapa? Naik apa? Sekang jam berapaa?” lanjutnya dengan banyak pertanyaan yang buat aku ingin tertawa . Azi pun duduk memandangku yang sudah ada dipinggiran tempat tidurnya
“Haha biasa aja kali nanyanya, aku kesini sendiri, naik motor, sekarang jam 09.10, aku dari rumah jam 07.30” Jawab aku jelas simple .
“Ampun deh nekat banget ade yang satu ini, terus ngapain kesini?” Ucapnya heran sambil bertanya kembali
“Lagian suruh siapa gak ada kabar, yaudah aku kesini” Jawab aku dengan nada manja
“Cuma pengen tau kabar doang? Ampun deh” “Sumpah, ini sih namanya surprice banget, keren deh pokonya sampe nyampe kesini, pagi pagi sendiri pula” ucapnya mengagumkan keberanianku.
Lalu kitapun bercerita, biasalah kalo udah ketemu nih apa aja diceritain, dari mulai masa-masa SMP yang suka main basket bareng, sampe sampe ke teman kuliah sekarang diceritain, terutama sih kejadian-kejadian lucu. Ditengah-tengah obrolan aku teringat kalo Azi belum mandi .
“Kaka kan belum mandi, mandi gih jorok is, udah jauh-jauh kesini malah nyantai” Cetusku menyuruh dia mandi
“Haha iyaya, yauda kaka mandi dulu ya” Jawabnya .
Lalu diapun mandi,aku pun menunggunya sambil dipersilahkan minum. Setelah itu, kita melanjutkan bercerita, aku baru tau kenapa setelah dia sakit gak balas sms aku, ternyata ponsel dia hilang jadi gak bias menghubungi aku. Kita bercerita gak hanya dirumah saja, setelah shalat dzuhur akupun mengajaknya pergi, lalu dia memutuskan untuk berkeliling ke arah bedeng-gunung salak saja, dijalanpun kami gak lepas sama yang namanya bercerita, entah kenapa kalo dekat dengannya rasa bahagia ini selalu ada, mungkin rasa yang dulu tak hilang sampai sekarang. Lagi-lagi dia memujiku dengan kata “Hebat banget kamu de Cuma pengen tau kabar kaka sampe segininya kesini” aku hanya menjawab dengan tawa aja.
Seharian full aku sama Azi, setelah berkeliling, kitapun kembali kerumah Azi, niatnya aku mau langsung hujan, tapi tiba-tiba hujan membasahi kota Bogor, terpaksa akupun harus mengundur jam pulang aku.
“Udah kamu istiahat dulu, biar nanti pulang dijalannya enak, lagian kan masih di hujan” Sarannya menyuruh aku istirahat. Aku pun mengiyakannya. Karna tidak mungkin aku pulang saat itu juga. Aku tertidur dikamarnya, diapun diam diruang depan menunggu aku bangun. Jam menunjukan pukul 16.28Wib, akupun terbangun dengan kagetnya melihat jam. Segera aku ke kamar mandi untuk shalat Ashar, selesai shalat Ashar Azi pun sudah ada dikamarnya “Kaka kenapa gak bangunin aku?” Tanyaku dengan nada sedikit kesal, kesal karna tak dibangunkan dari tidur dan tak bias pulang jam 16.00 “Kamu tidur nyenyak banget, kan gak tega” Jawabnya singkat, akupun hanya terdiam menahan pusing “Kenapa? Pusing ya bangun tidur?” “Iya” jawabku singkat.
Setelah itu, akupun keluar duduk di teras dan Azi pun menghampiriku, memandang derasnya hujan dan sesawahany yang ada disekeliling, merasakan dinginnya cuaca bogor yang malah membuat aku lebih nyaman tinggal disini. “De makasih banget loh udah mau kesini, kaka seneng banget dikasih kejutan, kaget banget tapi ini emang surprice” tiba-tiba Azi membuka pembicaraan yang membuat aku ingin menangis. Azi pun menatapku, mungkin dia merasakan sedih kebahagiaanku “Maafin kaka belum bisa kerumah ade” Ucapnya lagi. “Kaka tau gak sih, setiap kali aku ada disini, dirumah ini, rasanya itu betah, selain itu emang kaka juga yang selalu bisa bahagia bersama, aku sayang kaka, aku harap sesibuk-sibuknya kita tapi gak akan lupa, kita ini emang jarang bareng begini, tapi kita begini udah dari dulu” Ucapku, tak terasa air mata menetes, sambil menatap mataku, Azi pun mengusap air mataku “Kita ada, untuk selamanya. Kaka gak akan lupa sama ade yang bawel ini” Ucapnya membuatku terharu meski sebenarnya lucu karna bilang Bawel .
Aku pulang sehabis magrib diantar oleh Azi, rasanya tak ingin berpisah karna memang sudah lama tak jumpa. Sahabat tetap sahabat, kita saling menyayangi :’)  Surprice terindah bisa seharian Full bersama .


01 Desember 2013

Phuput Elsan :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar