Derasnya hujan membasahi bumi, membuat aku merindukan sosok seseorang. Ya, teman kesayangan aku sewaktu SMP dulu, teman main basket dan teman berbagi cerita . Azi namanya, namun saat ini kita berbeda kota. Aku di Jakarta sedangkan Azi di Bogor . Segera aku raih ponsel android milikku, langung ku cari bagian kontak dan mengetik nama Azi .
“Hey” Pesan
singkat yang aku kirimkan untuknya
“Hey
cantik J “ Jawabnya singkat
“Kaka apa
kabar?” Tanya ku kemudian . memang sejak sedakat dulu aku manggil dia dengan
sebutan kakak-adik
“Kaka baik, ade
sendiri gimana sayang?” Jawabnya bertanya balik
“Aku baik. Kaka
udah ujian kampus belum?” Tanyaku lagi
“Udah dong
cantik, kamu gimana ade sayang?” Jawabnya kemudian bertanya
“Belum, kaka
aku kangen deh, aku telefon yak” balasku
“Silahkaan”
jawabnya singkat .
Lalu aku pun
menelfonnya, sudah lama kita tak berbicara seperti ini, saat itu jam menunjukan
pukul 20.00 Wib, kita pun saling bercerita tentang keasyikan aku ataupun dia
dikampusnya. Yah seperti inilah kalau sudah ngobrol sama Azi, rasanya sampai
lupa waktu, padahal kita teman sekelas tapi layaknya adik-kakak aja. Aku juga
kenal sama ayahnya, ayahnya itu guru biologi aku sewaktu SMP dulu, selain
ayahnya aku juga kenal sama kakaknya yang bernama kak Liya. Setiap kali bias
berkomunikasi sama Azi, rasanya itu selalu senang, entah kenapa, hehe .. Oiya,
nama aku Elsan, anak terakhir dari empat bersaudara, mangkannya Azi ini gak
aneh sama nada bicara aku yang manja, tapi aku sebenarnya mandiri lho ..
“De kok belum
tidur?” Tanyanya disebrang sana
“Lagi kangen
kaka” Jawab aku dengan polosnya
“Haha lebay
kamu gombalin kaka” Tawanya “Tapi iya sih kaka juga kangen, haha” Sambungnya
kemudia
“Woo kaka
dasarr” ucapku “Oiya, kaka udah punya pacar lagi belum?” Tanyaku kemudian
“Belum nih de”
Jawabnya dengan nada sedih “Cariin mangkannya” sambungnya “Oiya kamu udah punya
pacar belum selepas putus dari wahyu?” Sambungnya lagi seraya bertanya
“Haha mau yang
kaya gimana?”Tanyaku menantang “Udah doong, tapi putus lagi masaa baru dua
bulan kurang” sambungku menjawab pertanyaannya dengan sedikit memelas
“Haha kamu mah
pacarannya putus mulu, cari pacar buat yang serius napa de” tawanya sambil
memberiku saran
“Jeh ade mah
putus juga tapi gak galau mulu sama kaka, haha” ucapku meledek balik
“Haha kan kaka
mau cari pacar yang serius napa de males putus mulu” jelasnya “yaudah kaka
pacaran sama ade aja deh, mau nggak?” sambungnya sambil bertanya
Deg deg deg !! Tiba-tiba
pertanyaan itu terucapnya lagi, memang bukan yang pertama dia menanyakan hal
itu, namun entah kenapa aku heran saja dengan pertanyaannya itu .
“Kaka apaan
tau, haha” Jawab aku sambil tertawa kecil
“Yah kamu
ketawa, dikira kaka bercanda kali” ucapnya memang tanpa tawa “yauda kaka Tanya
deh, kamu sayang gak sama kaka? Kan kamu sendiri yang bilang kalo pacaran itu
mesti dengan kejujuran” sambungnya mengucap ulang omongan aku di awal .
Setiap bahas
cinta, aku takut, aku malu, aku malu karna memang sejak SMP dulu aku suka sama
dia, dan Azi out sempat baca buku dairy aku, tapi karna selama pertemanan ini
kita udah layaknya saudara sendiri, jadi aku mencoba menghilangkan rasa itu
jauh-jauh, namun tetap ada.
“Hahaa udah ah
lupain aja omongan aku mah kak, yang pasti de selalu ada kalo emang kaka
ngebutuhin” ucapku mengalihkan pertanyaannya Azi
“Ciyee, yaudah
kamu bobo gih, udah malem tau, besok kan mesti beraktivitas lagi” kata Azi
memberi saran .
“Oke, aku bobo
ya ka, kaka juga bobo jangan bergadang mulu” Ucapku menyetuji sarannya dan
memberi saran juga “Bye, Miss you kak, Assalamua’laikum” sambungku
“Miss you too
ade cantik, Wa’alaikumsalam” Jawabnya
Lalu telfonpun
terputus dan aku pun tidur
*****
Akupun menjalani
aktivitas aku seperti biasa, ke kampus untuk belajar dan ceria bareng
teman-teman. Terutama teman dekat aku, Sari, Yayah, Wulan dan Susi. Entah
kenapa hari ini serasa berbeda, pikiran aku tertuju sama Azi, aku rasa dia
sedang tidak keadaan baik. Karna memang setelah beberapa hari komunikasi sama
dia, tiba-tiba dia menghilang, dua hari kemarin aku telfon berkali-kalipun dia
gak menjawabnya. Lalu akupun menyetujui untuk menghubungi saja, karna malas
berbicara, aku ambil ponselku untuk mengirim message padanya .
“Kak, lagi
apa?” message singkat penuh ke khawatiranku pun terkirim
“Lagi tiduran
ade, kenapa?” Balasnya bertanya balik
“Loh kaka gak
kuliah?” Tanyaku singkat
“Nggak de, lagi
kurang enak badan, maaf kemarin telfon gak di angkat soalnya kaka kemarin di
Rumah Sakit” Jawabnya menjelaskan
Melihat message
dari nya, membuat aku lemas, cemas dan khawatir dengan keadaanya sekarang,
entah apa yang mesti aku lakukan untuk mengetahui keadaan teman kesayangan aku
saat ini, yang pasti rasanya aku ingin sekali langsung pergi kebogor, tapi gak
mungkin aku meninggalkan mata kuliah hari ini. Lalu aku pun langsung menelfonnya
“Kaka, kaka
kenapa gak bilang kalo kemarin kaka sakit?” Tanpa basa basi aku langsung
menanyakannya
“Emang kenapa
kalo bilang sama kamu? Kaka tau kamu orangnya khawatiran, nekatan, kaka Cuma
gak mau tiba-tiba kamu dateng kesini, jauh de jarak Jakarta-bogor itu, belum
lagi kamu mesti kuliah, jadi kamu tenang aja ya, kaka dirumah kok udah baikan”
ucapnya menjelaskan dan berusaha menenangkanku
“Iya siih, tapi
kaan ..” balasku terputus
“Tapikan apa?
Udah kamu kuliah dulu, nanti telfon lagi. Okey?” sarannya sambil menunggu aku
menyetujuinya
“Yauda iya deh”
jawab aku menyetujuinya sedikit terpaksa “Kaka jangan lupa minum obat sama
makan yah” sambungku kemudian memberi saran
“Iya ade
sayang. Assalamu’alaikum” jawabnya mengakhiri percakapan
“Wa’alaikumsalam”
Jawabku
Sebenarnya aku
masih khawatir dengan keadaanya, tapi biarlah aku coba tenangkan diri. Seharian
ini aku tetap komunikasi dengan melalui SMS, karna aku khawatir aja dengan
keadaannya yang aku yakin tak kunjung membaik. Namun, hari berikutnya ia sama
sekali tak ada kabar, tak mengangkat telfon dan tak membalas sms aku selama dua
hari ini, kebetulan besok hari minggu, akupun memutuskan untuk pergi kebogor
pagi-pagi sekaligus silaturahmi ke keluarganya Azi .
*****
Pukul 07.30Wib
aku meluncur menuju Bogor, aku melajukan motor dengan kecepatan cepat,
kebetulan hari itu juga suasana jalan tak terlalu ramai. Sebetulnya aku tak
terlalu yakin Azi masih sakit, namun setidaknya aku ingin mengetahui keadaanya.
Rasanya senang sekali sekita pukul 09.00wib aku sudah sampai di daerah
rumahnya, terlihat gunung-gunung dan sesawahan yang menghijau, aku memperlambat
perjalananku untuk menikmati suasana gunung dipagi itu. Dan tepat pukul
09.10Wib aku sampai didepan rumahnya.
“Assalamua’laikum”
Ucapku pada seorang wanita yang sedang menjemur pakaian dipagi itu
“Wa’alaikumsalam”
Jawabnya, ternyata itu adalah kak. Liya “eh kamu neng, loh kok ada disini?
Sendiri? Dari mana?” Sambungnya sedikit heran melihat keadaanku, dan memberikan
banyak pertanyaan singkat
“Hehee, iya
kak. Kak Azinya ada? Jawabku singkat sambil bertanya balik “Aku dari rumah kak
sendiri, mumpung lagi ada jam libur, jadi kesini deh, hehee” sambung aku menjawab
pertanyaan yang belum sempat terjawab
“Oh gitu,
Yaudah masuk dulu aja, Azinya ada kok di dalam” Jawabnya seraya mempersilahkan
aku masuk
Lalu aku pun
masuk, diruang tengah ada mamahnya yang sedang menyisir rambut adiknya .
“Assalamua’laikum”
ucapku sambil berjalan menuju Ibu dan bersalaman
“Wa’alaikumsalam”
Jawabnya “Mau kemana neng pagi-pagi udah disini?” Tanyanya kemudian
“Hehe ibu,
nggak ko bu pengen main aja” Jawabku singkat “Azinya ada bu?” Tanyaku kemudian
“Ada neng,
kekamar aja ada tuh dikamar sana” Jawabnya seraya mempersilahkanku dan
menunjukan kamarnya “Kalo mau kesitu bawa air ya seember” sambungnya kemudian
“Hehe si Ibu”
jawab aku sambil ketawa kecil
Ternyata Azi
masih memejamkan matanya dengan nyenyak, langsung ku hampiri dan menarik bagian
kakinya, rasanya senang, akhirnya rindu ini terobat, memang sudah lama juga aku
tak jumpa dengannya
“Kaka bangun
udah siang tauu” Seru aku seraya menarik kakinya
Ia hanya
membalikan badan dan berniat meneruskan tidurnya
“Is si kaka mah
tidur lagi orang de udah jauh-jauh jugaa, bangun kaka” ucapku kemudian
memaksanya bangun.
Dengan cepat
lalu ia membalikan badannya dan berusaha menoleh ke arahku
“Yaa ampuun”
Ucapnya kaget “Kamu kesini de? Sama siapa? Naik apa? Sekang jam berapaa?”
lanjutnya dengan banyak pertanyaan yang buat aku ingin tertawa . Azi pun duduk
memandangku yang sudah ada dipinggiran tempat tidurnya
“Haha biasa aja
kali nanyanya, aku kesini sendiri, naik motor, sekarang jam 09.10, aku dari
rumah jam 07.30” Jawab aku jelas simple .
“Ampun deh nekat
banget ade yang satu ini, terus ngapain kesini?” Ucapnya heran sambil bertanya
kembali
“Lagian suruh
siapa gak ada kabar, yaudah aku kesini” Jawab aku dengan nada manja
“Cuma pengen
tau kabar doang? Ampun deh” “Sumpah, ini sih namanya surprice banget, keren deh
pokonya sampe nyampe kesini, pagi pagi sendiri pula” ucapnya mengagumkan
keberanianku.
Lalu kitapun
bercerita, biasalah kalo udah ketemu nih apa aja diceritain, dari mulai
masa-masa SMP yang suka main basket bareng, sampe sampe ke teman kuliah
sekarang diceritain, terutama sih kejadian-kejadian lucu. Ditengah-tengah
obrolan aku teringat kalo Azi belum mandi .
“Kaka kan belum
mandi, mandi gih jorok is, udah jauh-jauh kesini malah nyantai” Cetusku
menyuruh dia mandi
“Haha iyaya,
yauda kaka mandi dulu ya” Jawabnya .
Lalu diapun
mandi,aku pun menunggunya sambil dipersilahkan minum. Setelah itu, kita
melanjutkan bercerita, aku baru tau kenapa setelah dia sakit gak balas sms aku,
ternyata ponsel dia hilang jadi gak bias menghubungi aku. Kita bercerita gak
hanya dirumah saja, setelah shalat dzuhur akupun mengajaknya pergi, lalu dia
memutuskan untuk berkeliling ke arah bedeng-gunung salak saja, dijalanpun kami
gak lepas sama yang namanya bercerita, entah kenapa kalo dekat dengannya rasa
bahagia ini selalu ada, mungkin rasa yang dulu tak hilang sampai sekarang.
Lagi-lagi dia memujiku dengan kata “Hebat banget kamu de Cuma pengen tau kabar
kaka sampe segininya kesini” aku hanya menjawab dengan tawa aja.
Seharian full
aku sama Azi, setelah berkeliling, kitapun kembali kerumah Azi, niatnya aku mau
langsung hujan, tapi tiba-tiba hujan membasahi kota Bogor, terpaksa akupun
harus mengundur jam pulang aku.
“Udah kamu
istiahat dulu, biar nanti pulang dijalannya enak, lagian kan masih di hujan”
Sarannya menyuruh aku istirahat. Aku pun mengiyakannya. Karna tidak mungkin aku
pulang saat itu juga. Aku tertidur dikamarnya, diapun diam diruang depan
menunggu aku bangun. Jam menunjukan pukul 16.28Wib, akupun terbangun dengan
kagetnya melihat jam. Segera aku ke kamar mandi untuk shalat Ashar, selesai
shalat Ashar Azi pun sudah ada dikamarnya “Kaka kenapa gak bangunin aku?”
Tanyaku dengan nada sedikit kesal, kesal karna tak dibangunkan dari tidur dan
tak bias pulang jam 16.00 “Kamu tidur nyenyak banget, kan gak tega” Jawabnya
singkat, akupun hanya terdiam menahan pusing “Kenapa? Pusing ya bangun tidur?”
“Iya” jawabku singkat.
Setelah itu,
akupun keluar duduk di teras dan Azi pun menghampiriku, memandang derasnya
hujan dan sesawahany yang ada disekeliling, merasakan dinginnya cuaca bogor
yang malah membuat aku lebih nyaman tinggal disini. “De makasih banget loh udah
mau kesini, kaka seneng banget dikasih kejutan, kaget banget tapi ini emang
surprice” tiba-tiba Azi membuka pembicaraan yang membuat aku ingin menangis.
Azi pun menatapku, mungkin dia merasakan sedih kebahagiaanku “Maafin kaka belum
bisa kerumah ade” Ucapnya lagi. “Kaka tau gak sih, setiap kali aku ada disini,
dirumah ini, rasanya itu betah, selain itu emang kaka juga yang selalu bisa
bahagia bersama, aku sayang kaka, aku harap sesibuk-sibuknya kita tapi gak akan
lupa, kita ini emang jarang bareng begini, tapi kita begini udah dari dulu”
Ucapku, tak terasa air mata menetes, sambil menatap mataku, Azi pun mengusap
air mataku “Kita ada, untuk selamanya. Kaka gak akan lupa sama ade yang bawel
ini” Ucapnya membuatku terharu meski sebenarnya lucu karna bilang Bawel .
Aku pulang
sehabis magrib diantar oleh Azi, rasanya tak ingin berpisah karna memang sudah
lama tak jumpa. Sahabat tetap sahabat, kita saling menyayangi :’)
Surprice terindah bisa seharian Full bersama .
01 Desember 2013
Phuput Elsan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar